Jumat, 28 Februari 2020

Cara Memilih Maskara yang Tepat Sesuai Bentuk Bulu Mata

Kharazmi | Februari 28, 2020
maskara waterproof

Maskara adalah salah satu produk yang dapat membuat mata lebih hidup dan tegas. Penggunaan item makeup satu ini sebenarnya gampang-gampang susah apalagi untuk pemula. Terlebih, varian maskara kian banyak di pasaran. Mulai dari maskara bening hingga maskara waterproof yang dianggap tahan lama, tidak mudah luntur, dan mudah kering. 

Selain itu, menggunakan maskara juga harus disesuaikan dengan bulu mata masing-masing. Untuk menentukan maskara yang tepat sesuai bulu mata, kamu perlu memperhatikan beberapa kriteria ini.

Pilih bentuk kuas maskara sesuai kebutuhan

Bentuk kuas maskara cukup beragam karena disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Kuas maskara yang melengkung berfungsi memberi hasil bulu mata yang lentik. Kuas maskara yang lurus dan panjang berfungsi memanjangkan bulu mata. Kuasnya cocok untuk yang memiliki bulu mata pendek. Kuas maskara tebal dan padat cocok untuk menambah volume bulu mata.

Pilih warna maskara sesuai kebutuhan

Warna maskara, mulai dari hitam, coklat, hingga biru. Kamu bisa pilih warnanya sesuai kebutuhan dan tema riasanmu. Namun, untuk sehari-hari baiknya gunakan maskara warna hitam atau bening yang tidak terlalu berat efeknya pada mata. Sementara, riasan pesta atau acara khusus disesuaikan dengan warna yang kamu inginkan.

Ketahui bentuk bulu mata

Kamu perlu mengetahui bentuk tebal dan tipisnya hingga ukuran panjang bulu matamu serta hasil akhir yang diinginkan. Nah, berikut beberapa maskara yang cocok sesuai bentuk bulu mata:

• Maskara untuk bulu mata pendek
Bila kamu memiliki bulu mata yang cenderung pendek, hingga seolah-olah tampak tidak terlihat, maka maskara dengan kemampuan memanjangkan tampilan eyelash adalah yang paling tepat. Kamu mungkin akan membutuhkan mascara yang bisa memanjangkan bulu mata, hanya dalam 1-2 kali swipes. Dengan maskara jenis ini, tampilan bulu mata kamu akan otomatis terlihat penuh dan naik!.

• Maskara untuk bulu mata curly
Bulu mata yang curly alami memang idaman semua wanita. Jika kamu terlahir dengan bulu mata alami yang sudah tampak melengkung indah, maka kamu wajib bersyukur! Tapi, bukan berarti eyelash yang sudah curly tidak membutuhkan maskara lagi.

Kamu bisa memilih jenis maskara dengan bulu sikat yang rapat. Selanjutnya, untuk mulai mengaplikasikannya, bersihkan dahulu bulu mata dengan spoolie. Setelah itu, kamu bisa swipes maskara. Membersihkan bulu mata dengan spoolie akan membuat maskara lebih menempel pada setiap helai eyelash kamu!

• Maskara untuk bula mata yang lurus dan cenderung turun
Tipe ini butuh lebih dari sekadar curl maskara untuk membuat tampilannya indah. Kamu harus menggunakan penjepit bulu mata atau perm terlebih dahulu untuk menaikkan tiap helai bulu mata. Baru kemudian memakai waterproof mascara untuk eyelash. 

Waterproof mascara akan secara langsung menaikkan bulu mata kamu dan mencegahnya untuk turun. Di samping itu, waterproof mascara lebih aman dan tidak luntur, terlebih bulu mata kamu memiliki kemungkinan untuk menyentuh area mata.

Selasa, 25 Februari 2020

Mengenal 7 Istilah yang Akan Sering Anda Temui dalam Asuransi

Kharazmi | Februari 25, 2020
Asuransi kesehatan

Asuransi merupakan salah satu investasi yang bisa memudahkan Anda ketika suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ada banyak jenis asuransi misalnya asuransi rawat inap dan rawat jalan yang bisa membantu Anda ketika membutuhkan perawatan di rumah sakit. Namun, untuk bisa lebih memahami mengenai asuransi yang Anda miliki, Anda juga perlu mengenal istilah-istilah dasar yang sering digunakan dalam dunia asuransi. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Klaim

Klaim adalah istilah yang paling sering disebut dalam dunia asuransi. Klaim merupakan pengajuan manfaat asuransi atas kerugian yang didapat oleh pemilik asuransi terhadap hal-hal yang menjadi tanggung jawab pihak asuransi dengan jumlah tanggungan berdasarkan pada polis asuransi yang diambil. 

Misalnya, jika Anda memiliki asuransi rawat inap dan rawat jalan, maka Anda bisa mengajukan klaim pada pihak asuransi ketika Anda membutuhkan perawatan di rumah sakit atau membutuhkan pengobatan rawat jalan.

2. Polis

Polis adalah surat yang berisi penjelasan dan poin-poin seputar asuransi yang akan Anda ambil berdasarkan pada kesepakatan antara perusahaan asuransi dengan Anda sebagai pemilik asuransi. Atau, bisa dikatakan polis adalah surat perjanjian antara kedua belah pihak, yakni Anda dan pihak asuransi. 

3. Premi

Premi adalah iuran yang perlu dibayarkan oleh pemilik asuransi kepada pihak asuransi. Premi ini biasanya dibayar setiap bulan dengan beban dan jumlah tagihan bervariasi sesuai dengan jumlah yang disepakati di awal dan tertuang pada polis.

4. Klausula

Klausula adalah bagian tambahan dari polis yang berkaitan dengan masalah tertentu dalam perjanjian asuransi. Biasanya, poin klausula ini juga tertera dalam polis.

5. Grace period

Grace period adalah masa tunggu yang harus dijalani oleh pemegang polis ketika polis asuransi sudah aktif namun pemegang polis tersebut belum bisa melakukan klaim untuk asuransi tersebut. Biasanya, grace period ini berkisar antara 30 hingga 60 hari setelah hari pertama polis asuransi disetujui. Namun, setiap perusahaan asuransi tentu memiliki kebijakan yang berbeda karena itu Anda harus paham betul.

6. Policy lapse

Policy lapse adalah istilah untuk polis yang lewat tenggat waktu. Di mana, saat Anda sebagai pemegang polis asuransi tidak membayar premi setelah tanggal tenggat waktu, maka Anda tidak akan bisa mengajukan klaim atau manfaat dari asuransi yang Anda miliki.

7. Lapse

Lapse adalah istilah ketika masa efektif polis telah berakhir atau berhenti. Masa lapse terjadi karena Anda sebagai pemegang polis tidak membayar premi yang menjadi kewajiban Anda hingga mencapai masa tenggang.

Itulah beberapa istilah dalam asuransi yang perlu Anda pahami. Dengan mengerti istilah-istilah dasar dalam asuransi ini, maka Anda tidak perlu ragu atau bingung lagi untuk memiliki asuransi rawat inap dan rawat jalan yang bisa memberikan banyak manfaat untuk Anda.